JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Warga Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara, dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan penuh luka di kawasan Muara Kali Wiso, Senin (27/4/2026) pagi. Kondisi korban yang berlumuran darah sempat memunculkan dugaan kuat adanya aksi pembunuhan.
Korban diketahui bernama Zalul Umar (30), warga setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 05.00 WIB dalam kondisi mengambang di dekat perahu nelayan. Saat ditemukan, korban masih mengenakan hoodie hitam dan celana panjang berwarna gelap.
Penemuan mayat tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak menduga korban tewas akibat tindak kekerasan lantaran ditemukan sejumlah luka pada tubuhnya.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Polisi memeriksa sejumlah saksi serta melakukan autopsi di RSUD RA Kartini Jepara guna memastikan penyebab kematian korban.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan adanya unsur pembunuhan.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Luka di tubuh korban diduga muncul setelah korban meninggal dunia, salah satunya kemungkinan akibat terkena baling-baling perahu nelayan,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia korban sempat menghadiri konser musik di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara. Setelah itu, korban bersama sejumlah temannya diketahui mengonsumsi minuman keras di sekitar kawasan Syahbandar hingga larut malam.
Saat rekan-rekannya pulang, korban disebut masih tertidur seorang diri di area pinggir laut. Polisi menduga korban kemudian terjatuh ke laut dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol.
Dugaan tersebut diperkuat dari hasil pemeriksaan awal yang menemukan adanya kandungan alkohol dalam cairan lambung korban. Meski begitu, polisi masih menunggu hasil uji toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian pria tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan yang masih terus berlangsung.
(Joe)

