Home » Daerah » Mata Jateng » Pengelolaan Sampah Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah, Jepara Siapkan Generasi Peduli Lingkungan

Pengelolaan Sampah Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah, Jepara Siapkan Generasi Peduli Lingkungan

JEPARA| MATAMERDEKA.COM – Edukasi pengelolaan dan daur ulang sampah diharapkan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab keluarga atau komunitas lingkungan. Kesadaran menjaga lingkungan dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini melalui dunia pendidikan dengan memasukkan materi pengelolaan sampah ke dalam kurikulum sekolah.

Gagasan tersebut mengemuka dalam peluncuran Kurikulum Sampah bertajuk “Edukasi Sampah untuk Generasi Indonesia Emas” yang digagas oleh Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ) di Pendapa Kartini Jepara. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.

Pendiri BSIJ, Anis Surahman, menilai persoalan sampah di Kabupaten Jepara semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan volume sampah terus bertambah setiap tahun sehingga diperlukan upaya yang lebih menyeluruh dalam penanganannya.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup dilakukan pada tahap akhir atau saat sampah sudah menumpuk. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran dan karakter masyarakat sejak dini agar memiliki kebiasaan hidup bersih serta memahami pentingnya pengelolaan sampah yang benar.

Melalui kurikulum tersebut, siswa tidak hanya diajarkan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami cara memilah sampah, mengenal proses daur ulang, hingga melihat potensi ekonomi dari pengolahan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai jual. Pendekatan pembelajaran dirancang lebih aplikatif dan berbasis praktik sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai persoalan sampah saat ini telah menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan baik sejak dini. Dengan adanya edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Program Kurikulum Sampah juga sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Jepara dalam mengatasi persoalan sampah. Belum lama ini, pemerintah daerah membentuk satuan tugas khusus penanganan sampah sebagai bagian dari target mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Data menunjukkan volume sampah di Jepara terus meningkat sehingga diperlukan perubahan perilaku masyarakat dari hulu hingga hilir.

Dengan melibatkan sekolah dalam edukasi lingkungan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.


(Joe)