JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Halaman Masjid Baiturrahim, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, dipenuhi ratusan jemaah yang menghadiri gelaran Jepara Bersholawat pada Senin (3/8/2026) malam. Di tengah kekhidmatan melantunkan selawat, Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), menyampaikan imbauan penting terkait ketahanan pangan warga.
Mas Wiwit meminta seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan tetangga atau warga sekitar yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Layanan Respons Cepat untuk Masalah Pangan Warga
Bupati menegaskan bahwa laporan dapat disampaikan melalui berbagai jalur birokrasi terdekat, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, petinggi desa, hingga pihak kecamatan setempat. Langkah ini dilakukan agar Pemerintah Kabupaten Jepara dapat segera memberikan bantuan serta penanganan yang tepat.
“Kalau ada warga yang tidak bisa makan atau tidak mampu membeli beras, segera laporkan kepada Pak Camat, Pak Petinggi, Pak RT, atau Pak RW. Semua warga Jepara berhak hidup dengan layak,” tegas Mas Wiwit.
Suasana Khidmat dan Tausiah Keagamaan
Suasana Jepara Bersholawat berlangsung sangat khidmat. Lantunan selawat dipimpin langsung oleh Habib Muhammad bin Yahya dengan diiringi oleh grup hadrah Syauqul Muhibbin Donorojo. Puncak kekhidmatan terasa saat seluruh jemaah berdiri melantunkan selawat dalam prosesi mahalul qiyam.
Dalam sesi ceramah, K.H. Nuryanto mengingatkan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam yang diperintahkan melalui peristiwa Isra Mikraj. Ia juga mengapresiasi rutinnya ajang Jepara Bersholawat sebagai ikhtiar memperkuat syiar Islam dan mempererat tali silaturahmi.
Geliat Ekonomi UMKM dan Layanan Publik
Tidak hanya menjadi ajang spiritual, kegiatan ini juga berdampak positif pada perekonomian lokal. Di sepanjang akses menuju lokasi, berdiri deretan stan UMKM yang dimanfaatkan pengunjung untuk berbelanja. Panitia juga menyediakan layanan berupa:
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Pembagian kopi gratis bagi para jemaah
Camat Donorojo, Ahmad Widiyanto, menyampaikan bahwa Jepara Bersholawat kini telah memasuki tahun kedua sejak digulirkan pada 2025. Kegiatan yang digelar secara bergilir di setiap kecamatan ini terbukti efektif mendorong geliat UMKM, pariwisata, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
(Joe)

