JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Operasional dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sekuro 1, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, resmi dihentikan sementara waktu. Langkah tegas ini diambil menyusul laporan sejumlah siswa di tiga sekolah yang mengalami gejala gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, hingga diare usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Sekuro 1, Saifuddin Amin, berinisiatif menghentikan operasional distribusi secara mandiri demi keselamatan penerima manfaat, bahkan sebelum terbit instruksi resmi dari pemerintah pusat.
“Kami langsung berkoordinasi dengan puskesmas dan sekolah untuk melakukan penelusuran begitu menerima laporan siswa mengalami sakit perut, mual, dan diare,” jelas Saifuddin.
Gejala Muncul Bertahap Usai Santap Makanan
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, distribusi paket MBG dilakukan pada Senin pagi dan langsung dikonsumsi para murid. Kendati demikian, gejala yang dialami para siswa tidak timbul secara bersamaan:
- Senin Malam: Sejumlah siswa mulai mengeluhkan mules dan sakit perut di rumah masing-masing.
- Selasa Pagi: Jumlah laporan bertambah saat jam belajar berlangsung, di mana banyak siswa izin ke kamar mandi akibat diare.
- Hari Berikutnya: Sebagian besar siswa berangsur pulih setelah penanganan awal dari sekolah, namun beberapa di antaranya masih mengalami diare berulang.
Tiga Sekolah Jadi Sasaran Penelusuran Puskesmas
Merespons laporan tersebut, tim medis dari Puskesmas Mlonggo segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta mengambil sampel makanan guna pengujian laboratorium.
Adapun tiga sekolah yang terdata mengalami keluhan kesehatan meliputi:
- SD Negeri 1 Srobyong
- MA Nawakartika
- SMK Nawakartika
Hingga proses pemeriksaan berlangsung, Puskesmas Mlonggo memastikan tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan. Meski begitu, pemantauan ketat terhadap kondisi fisik para siswa tetap dijalankan secara berkala.
(Joe)

