JEPARA l MataMerdeka – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Kali ini, revitalisasi menyasar SD Negeri Kauman dan SMP Negeri 3 Jepara melalui program bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Ratib Zaini meninjau hasil revitalisasi kedua sekolah tersebut pada Jumat (16/10/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik.
Dua Sekolah Terima Bantuan Revitalisasi Rp1,86 Miliar
Berdasarkan keterangan Kepala Disdikpora Jepara Ratib Zaini, kedua sekolah tersebut menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp1,86 miliar.
SD Negeri Kauman memperoleh bantuan sebesar Rp960,34 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi lima ruang kelas dan membangun satu ruang perpustakaan.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Jepara mendapatkan bantuan sebesar Rp902,65 juta untuk pekerjaan revitalisasi ruang kelas.
Di SD Negeri Kauman, pekerjaan juga mencakup perbaikan atap ruang kelas, pembenahan fasad bangunan, serta penataan halaman sekolah. Pembangunan perpustakaan menjadi salah satu penambahan fasilitas penting karena sebelumnya sekolah tersebut belum memiliki ruang perpustakaan tersendiri.
Adapun di SMP Negeri 3 Jepara, cakupan revitalisasi diperluas hingga 11 ruang kelas. Semula pekerjaan direncanakan hanya mencakup lima ruang kelas, tetapi kemudian ditambah setelah diketahui masih terdapat alokasi anggaran yang dapat dimanfaatkan.
Seluruh ruang kelas yang direvitalisasi di SMP Negeri 3 Jepara menggunakan atap berbahan uPVC.

Revitalisasi Tidak Hanya Fokus pada Bangunan
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti menyampaikan bahwa program revitalisasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak.
Namun, menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari pembangunan fisik. Perbaikan fasilitas sekolah juga harus berdampak pada peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Ia berharap fasilitas yang telah diperbaiki dapat mendorong kegiatan belajar mengajar menjadi lebih inovatif, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.
Nugraheni juga mendorong sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan revitalisasi untuk melengkapi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi Disdikpora dalam memetakan kebutuhan dan menentukan sekolah yang menjadi prioritas penerima bantuan.
Selain pembenahan fasilitas, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai sumber pembelajaran.
Di Jepara, misalnya, seni ukir dapat diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta didik.
Pemkab Jepara Upayakan Revitalisasi Sekolah Lain
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menilai pelaksanaan revitalisasi di SD Negeri Kauman dan SMP Negeri 3 Jepara berjalan dengan baik.
Ia berharap hasil pembangunan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Hajar juga berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di Jepara yang memperoleh fasilitas pendidikan layak.
Melalui Disdikpora, Pemkab Jepara berkomitmen mengupayakan pengajuan bantuan revitalisasi bagi sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jepara.

