Home » Daerah » Mata Jateng » Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Jepara Kerahkan 1.214 Petugas Data Pelaku Usaha

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Jepara Kerahkan 1.214 Petugas Data Pelaku Usaha

JEPARA| MATAMERDEKA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan melibatkan sebanyak 1.214 petugas lapangan. Ribuan petugas tersebut akan melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Jepara sebagai bagian dari program sensus ekonomi nasional.

Pelaksanaan sensus yang berlangsung mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026 ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi perekonomian daerah. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi.

Kepala BPS Kabupaten Jepara menyampaikan bahwa seluruh petugas yang diterjunkan telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan khusus agar proses pendataan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Mereka akan mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.

Pendataan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, industri, hingga sektor ekonomi berbasis digital yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Melalui sensus ini, pemerintah dapat mengetahui perkembangan dunia usaha sekaligus memetakan potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

“Data yang valid akan membantu pemerintah menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam mendukung pertumbuhan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai sarana pemetaan ekonomi, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kondisi dunia usaha pascapandemi serta perkembangan sektor-sektor ekonomi baru yang muncul seiring kemajuan teknologi dan digitalisasi.

Kabupaten Jepara sendiri dikenal memiliki berbagai sektor ekonomi unggulan, mulai dari industri mebel dan ukir yang telah menembus pasar internasional, sektor perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Melalui sensus ini, potensi tersebut diharapkan dapat terpetakan secara lebih rinci sehingga mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif.

BPS juga memastikan bahwa seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memberikan informasi yang dibutuhkan petugas selama proses pendataan berlangsung.

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh data menyeluruh mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Hasil pendataan tahun 2026 nantinya akan menjadi referensi penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merancang strategi pembangunan ekonomi pada masa mendatang.

Dengan diterjunkannya 1.214 petugas lapangan, BPS Jepara optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat guna mendukung pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


(Joe)