JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Bencana tanah longsor kembali melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Peristiwa ini menyebabkan akses jalan utama warga tertutup material longsoran, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Material berupa tanah dan batu dilaporkan menutup badan jalan secara total. Akibatnya, jalur penghubung antarwilayah tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Aktivitas Warga Terganggu
Penutupan akses ini berdampak langsung pada mobilitas warga. Mereka terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan cukup berisiko untuk dilalui.
Jalan tersebut selama ini menjadi akses vital bagi warga, termasuk untuk distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Dipicu Hujan Intensitas Tinggi
Longsor diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Tingginya curah hujan membuat kondisi tanah menjadi labil dan mudah bergerak.
Wilayah Tempur sendiri dikenal sebagai daerah rawan longsor, terutama saat memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi.
Proses Evakuasi Terkendala
Besarnya material longsoran membuat proses pembersihan tidak bisa dilakukan secara manual. Dibutuhkan alat berat untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali akses jalan.
Petugas gabungan bersama warga setempat saat ini masih berupaya membersihkan material longsor agar jalur bisa segera dilalui kembali.
Waspada Longsor Susulan
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Kondisi tanah yang belum stabil berisiko memicu kejadian serupa, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah daerah juga terus memantau situasi dan mengupayakan penanganan cepat agar aktivitas warga dapat kembali normal.
(Joe)

