Home » Daerah » Mata Jateng » Atasi Darurat Sampah Sejak Dini, Pemkab Jepara Didorong Masukkan Edukasi Lingkungan ke Kurikulum Sekolah

Atasi Darurat Sampah Sejak Dini, Pemkab Jepara Didorong Masukkan Edukasi Lingkungan ke Kurikulum Sekolah

JEPARA| MATAMERDEKA.COM – Masalah sampah bukan lagi sekadar urusan petugas kebersihan di jalanan, melainkan tantangan besar yang harus diselesaikan dari hulu. Guna menciptakan perubahan perilaku yang masif dan permanen, muncul dorongan kuat agar manajemen pengelolaan dan daur ulang sampah resmi diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal di Kabupaten Jepara.

Langkah progresif ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang paling efektif untuk menyelamatkan lingkungan Bumi Kartini, sekaligus membentuk generasi muda yang sadar ekologi sejak usia dini.

Menyasar Sekolah, Bukan Cuma Ibu Rumah Tangga

Usulan strategis ini digelorakan oleh Anis Surahman, pendiri Bank Sampah Induk Berseri Jepara (BSIJ). Menurutnya, selama ini kampanye pemilahan sampah lebih banyak menyasar kelompok ibu rumah tangga. Sudah saatnya institusi pendidikan mengambil peran komprehensif dalam menyebarkan virus peduli lingkungan.

“Edukasi daur ulang harus menyentuh anak-anak di sekolah. Memasukkan materi ini ke dalam kurikulum akan mempercepat pembentukan kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap produksi sampah harian mereka,” tutur Anis.

Mengapa Harus Masuk Kurikulum Sekolah?

Memasukkan materi pengelolaan sampah ke dalam sistem pembelajaran dinilai memiliki dampak yang jauh lebih kuat dibanding sekadar sosialisasi musiman. Beberapa urgensi utamanya meliputi:

  • Pembentukan Karakter Sejak Dini: Anak-anak diajarkan memilah sampah organik dan anorganik sebagai bagian dari kebiasaan harian, bukan paksaan.
  • Mengubah Paradigma Lama: Mengubah pola pikir masyarakat dari yang semula “kumpulkan-angkut-buang” menjadi kemandirian dalam mengelola dan mendaur ulang.
  • Efek Domino ke Linguistik Keluarga: Anak-anak yang terdidik di sekolah cenderung membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah dan memengaruhi orang tua mereka.

Bergerak Bersama Sebelum Terlambat

Kampanye ini juga membawa pesan kunci tentang pentingnya aksi nyata kolektif. Seluruh elemen masyarakat dihimbau untuk bergerak bersama melakukan pembiasaan hidup bersih tanpa harus menunggu ekosistem rusak atau tumpukan sampah menimbulkan bencana baru di lingkungan sekitar. Lingkungan yang asri dan bebas sampah harus dijemput melalui kesadaran bersama, bukan sekadar warisan yang datang dengan sendirinya.

Jika usulan kurikulum ini berhasil diterapkan, Jepara berpotensi menjadi pelopor daerah yang sukses menyinergikan dunia pendidikan dengan gerakan penyelamatan lingkungan hidup berbasis masyarakat.


(Joe)