Home » Daerah » Mata Jateng » Bukan Sekadar Mengukir, Ini Makna Wiwitan dalam Tradisi Ukir Jepara

Bukan Sekadar Mengukir, Ini Makna Wiwitan dalam Tradisi Ukir Jepara

JEPARA | MATAMERDEKA.COM Di balik keindahan karya seni ukir Jepara, tersimpan sebuah tradisi spiritual yang masih dijaga hingga kini, yakni wiwitan. Tradisi ini kembali diangkat dalam gelaran Tatah 2026, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses awal penciptaan karya yang sarat makna.

Wiwitan bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah laku batin yang dilakukan para pengukir sebelum memulai pekerjaan. Ritual ini menjadi simbol permulaan, sekaligus upaya menyelaraskan niat, rasa, dan pikiran agar karya yang dihasilkan memiliki nilai lebih dari sekadar bentuk fisik.

Titik Nol Penciptaan Karya

Dalam praktiknya, wiwitan dimaknai sebagai “titik nol” dalam proses berkarya. Para seniman ukir memulai dengan doa dan refleksi diri, sebagai bentuk permohonan restu serta harapan agar proses penciptaan berjalan lancar.

Nilai ini dipercaya menjadi fondasi penting dalam menghasilkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki “ruh” atau jiwa. Hal tersebut menjadi ciri khas kuat dalam tradisi ukir Jepara yang telah dikenal luas.

Diangkat dalam Tatah 2026

Dalam ajang Tatah 2026, konsep wiwitan dihadirkan sebagai bagian dari narasi besar tentang perjalanan sebuah karya. Tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga mengajak publik memahami proses panjang di baliknya, termasuk aspek spiritual yang jarang terlihat.

Melalui pendekatan ini, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa seni ukir Jepara tidak lahir secara instan, melainkan melalui tahapan yang mendalam, baik secara teknik maupun batin.

Menjaga Warisan Leluhur

Tradisi wiwitan sendiri merupakan warisan budaya yang telah turun-temurun dijaga oleh para pengukir Jepara. Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, praktik ini tetap dipertahankan sebagai identitas sekaligus pembeda karya ukir Jepara dengan daerah lain.

Selain itu, wiwitan juga menjadi pengingat bahwa dalam berkarya, aspek spiritual dan nilai-nilai luhur tetap memiliki peran penting.

Lebih dari Sekadar Seni

Dengan mengangkat wiwitan dalam Tatah 2026, masyarakat diajak untuk melihat seni ukir dari sudut pandang yang lebih luas. Bukan hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai hasil dari proses spiritual yang mendalam.

Hal ini sekaligus mempertegas posisi Jepara sebagai salah satu pusat seni ukir yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan filosofi.

Sumber



(Joe)