Home » Berita Jepara » 14 Duta Besar Hadir di Jepara, Ketua DPRD Agus Sutisna Dorong Kerja Sama Global Berdampak Nyata

14 Duta Besar Hadir di Jepara, Ketua DPRD Agus Sutisna Dorong Kerja Sama Global Berdampak Nyata

JEPARA l MataMerdeka – Peluang Jepara membangun kemitraan internasional mulai diarahkan pada langkah yang lebih konkret. Kehadiran 14 duta besar negara sahabat dalam The Diplomatic Forum Jepara 2026 menjadi momentum bagi daerah untuk memperkenalkan potensi sekaligus membuka pintu kerja sama lintas negara.

Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, turut menghadiri forum diplomatik yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jepara di Pendopo R.A. Kartini, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 3-5 November 2026 tersebut juga dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, jajaran Forkopimda, serta delegasi internasional.

Mengusung tema “Strengthening Global Partnerships, Unlocking Jepara’s Potential”, forum ini tidak sekadar menjadi ruang pertemuan diplomatik. Lebih dari itu, terdapat peluang untuk membawa potensi ekonomi, industri, pariwisata, dan kebudayaan Jepara ke dalam jaringan kerja sama global.

Agus Sutisna menilai, kehadiran para duta besar dari 14 negara merupakan kesempatan penting yang harus dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, Jepara memiliki sejumlah keunggulan daerah yang berpotensi dikembangkan melalui kemitraan internasional.

“Jepara memiliki potensi yang kuat, mulai dari industri mebel dan ukir, pariwisata Karimunjawa, hingga sektor ekonomi kreatif. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” ujar Agus.

Ia menegaskan, DPRD Jepara mendukung langkah pemerintah daerah dalam memperluas jejaring kerja sama dengan negara-negara sahabat. Namun, kerja sama internasional harus memiliki arah dan ukuran keberhasilan yang jelas.

Menurutnya, diplomasi daerah tidak boleh berhenti pada pertemuan seremonial atau pertukaran gagasan. Harus ada tindak lanjut berupa peluang investasi, perluasan pasar produk lokal, transfer pengetahuan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Yang paling penting adalah bagaimana forum ini menghasilkan kerja sama yang nyata. Jangan sampai potensi Jepara hanya diperkenalkan, tetapi tidak berlanjut menjadi investasi, peluang pasar, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Agus juga menyoroti pentingnya menjadikan industri mebel dan ukir Jepara sebagai salah satu sektor unggulan dalam diplomasi ekonomi. Produk kerajinan Jepara telah memiliki identitas dan daya saing tersendiri. Karena itu, akses terhadap pasar internasional perlu terus diperkuat, termasuk melalui kemitraan perdagangan dan pengembangan industri yang berorientasi pada kualitas serta keberlanjutan.

Selain sektor industri, Agus memandang pariwisata Karimunjawa dan kekayaan budaya Jepara sebagai modal penting untuk memperluas hubungan antarmasyarakat. Kerja sama pendidikan, pertukaran pelajar, dan pengembangan kapasitas SDM juga perlu menjadi bagian dari agenda diplomasi daerah.

“Kerja sama global harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Bukan hanya meningkatkan angka investasi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkenalkan identitas budaya Jepara kepada dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, The Diplomatic Forum Jepara 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan dengan masyarakat internasional sekaligus membuka peluang kemitraan baru.

Pemkab Jepara ingin memperluas kerja sama tidak hanya pada perdagangan dan investasi, tetapi juga pendidikan, pertukaran pelajar, pengembangan sumber daya manusia, serta pelestarian lingkungan.

Witiarso menegaskan, Jepara terbuka terhadap berbagai bentuk investasi dan kemitraan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan kelestarian alam. Salah satu arah yang ingin dikembangkan adalah investasi hijau dan industri yang lebih ramah lingkungan.

Melalui forum diplomatik ini, Jepara berupaya memperkuat posisinya dalam jaringan ekonomi internasional. Potensi industri mebel dan ukir, pariwisata Karimunjawa, serta ekonomi kreatif diharapkan semakin dikenal dan mampu menarik mitra strategis dari berbagai negara.

Bagi DPRD Jepara, peluang tersebut harus dikawal agar tidak berhenti sebagai agenda diplomasi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, dan mitra internasional menjadi faktor penting untuk memastikan setiap peluang kerja sama dapat diterjemahkan menjadi program yang produktif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Jepara.

Joe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *