Home » Berita Jepara » Octofest 2026 Resmi Dibuka, Jepara Bidik Pasar Mebel dan Ukir Dunia

Octofest 2026 Resmi Dibuka, Jepara Bidik Pasar Mebel dan Ukir Dunia

JEPARA l MataMerdeka – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai menggelar Octofest 2026 sebagai langkah memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat industri mebel dan seni ukir dunia. Festival bertajuk Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition tersebut resmi dibuka pada Sabtu (31/10/2026) di Kawasan Sentra Industri Seni Patung dan Ukir, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara.

Berlangsung hingga 5 November 2026, kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi perajin sekaligus upaya memperluas jangkauan pemasaran produk mebel dan kerajinan kayu khas Jepara.

Octofest juga menjadi bagian dari 28 Program Unggulan Bupati Jepara, khususnya program Pasar Mebel Jepara yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri kreatif daerah.

Sebanyak 117 showroom perajin turut meramaikan festival tersebut. Selain itu, Pemkab Jepara menyediakan fasilitas 50 stan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) mebel dan ukir yang tergabung dalam paguyuban sentra industri Mulyoharjo serta sejumlah organisasi dan asosiasi usaha di Jepara.

Hadirkan Festival Ukir hingga Pelatihan Ekspor

Octofest 2026 tidak hanya menjadi ajang memamerkan produk mebel dan kerajinan. Berbagai kegiatan pendukung juga disiapkan untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas usaha, serta daya saing pelaku industri lokal.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Festival Tukang, pelatihan ekspor, demonstrasi seni ukir, kompetisi Festival Seni Ukir, hingga peragaan busana (fashion show).

Peragaan busana menjadi salah satu agenda kolaboratif yang melibatkan Dekranasda Kabupaten Jepara, Paguyuban Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo, serta asosiasi pelaku usaha setempat.

Melalui berbagai agenda tersebut, Octofest diharapkan mampu mempertemukan unsur tradisi, kreativitas, dan pengembangan bisnis dalam satu kegiatan.

Sekitar 20 Duta Besar Dijadwalkan Kunjungi Octofest

Peluang memperkenalkan produk Jepara ke pasar internasional juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival tahun ini.

Sekitar 20 duta besar bersama rombongan dijadwalkan berkunjung ke Octofest pada 4 November 2026.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi industri mebel dan seni ukir Jepara kepada perwakilan negara sahabat. Selain promosi produk, agenda ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama serta memperluas jaringan pemasaran internasional.

Pemkab Tegaskan Komitmen Melestarikan Seni Ukir

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, yang hadir mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa Octofest memiliki makna lebih luas daripada sekadar pameran mebel dan kerajinan.

Menurutnya, festival tersebut menjadi gambaran kreativitas, ketekunan, serta identitas budaya masyarakat Jepara yang selama ini dikenal melalui tradisi seni ukir.

Ia menegaskan, penyelenggaraan Octofest menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional, bahwa Jepara tetap berkomitmen menjaga warisan seni ukir.

Tradisi tersebut dinilai sebagai kekayaan budaya yang perlu terus dilestarikan sekaligus dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

117 Showroom dan 50 Stan Jadi Ruang Promosi Perajin

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Mebel Jepara di Mulyoharjo merupakan bagian dari strategi memperkuat promosi produk industri mebel dan seni ukir daerah.

Keterlibatan 117 showroom dan penyediaan 50 stan bagi pelaku IKM menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam memberikan ruang pemasaran yang lebih luas.

Melalui fasilitas tersebut, para perajin dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produk unggulan, membangun jaringan bisnis, serta menjangkau calon pembeli dari berbagai daerah maupun luar negeri.

Octofest 2026 terbuka bagi masyarakat umum, pencinta seni, desainer interior, pelaku usaha, hingga calon pembeli yang ingin mengenal lebih dekat produk mebel dan kerajinan khas Jepara.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan promosi selama festival berlangsung, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan industri mebel dan seni ukir.

Dengan menggabungkan pelestarian budaya, inovasi produk, dan perluasan pasar, Jepara berupaya memperkuat identitasnya sebagai daerah penghasil mebel dan ukiran yang mampu bersaing di tingkat global.

Joe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *