Home » Daerah » Mata Jateng » Tradisi Pesta Lomban Jepara 2026: Kirab Kerbau Bule dan Makna Larungan Kepala Kerbau

Tradisi Pesta Lomban Jepara 2026: Kirab Kerbau Bule dan Makna Larungan Kepala Kerbau

JEPARA | MATAMERDEKA.COM Kabupaten Jepara kembali menghidupkan tradisi tahunan pasca-lebaran yang dikenal dengan Pesta Lomban. Perayaan Syawalan tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya prosesi Kirab Kerbau Bule yang menarik antusiasme ribuan warga pada Jumat (27/3/2026).

Kirab Kerbau Bule: Simbol Penghormatan dan Syukur

Rangkaian Pesta Lomban dimulai dengan arak-arakan seekor kerbau bule pilihan. Kirab ini mengambil rute dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Jobokuto.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Ali Hidayat, menjelaskan bahwa kerbau bule seharga Rp 50 juta dengan berat 350 kg ini dikirab untuk memberikan transparansi kepada masyarakat mengenai hewan yang akan disembelih.

“Kirab ini adalah tradisi awal sebelum puncak Pesta Lomban. Kami ingin menunjukkan wujud nyata syukur nelayan atas hasil laut yang melimpah,” ujar Ali Hidayat.

Inovasi Pesta Lomban di Era “MULUS”

Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, menyaksikan langsung prosesi penyembelihan di RPH. Mas Wiwit menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari implementasi tagline Jepara: MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius).

Beberapa perubahan signifikan pada Pesta Lomban tahun ini meliputi:

  • Penggunaan Kerbau Bule: Melambangkan semangat baru bagi nelayan untuk menjemput rezeki yang melimpah.
  • Standardisasi Seragam: Sebanyak 50 nelayan dan kru kapal kini tampil rapi dengan seragam khusus, meninggalkan kesan pakaian seadanya.
  • Aturan Larungan: Untuk menjaga keamanan, terdapat jeda 1 menit setelah kepala kerbau dilarung ke laut sebelum boleh diperebutkan oleh nelayan.
  • Dukungan TNI AL: Prosesi pelarungan dilakukan menggunakan Kapal Menjangan milik TNI Angkatan Laut dari Semarang.

Visi Pariwisata: Meningkatkan PAD Melalui Budaya

Mas Wiwit berharap Pesta Lomban tidak hanya menjadi ritual rutin, tetapi juga mesin penggerak ekonomi daerah. Ia meminta persiapan tahun depan dilakukan lebih detail dengan tambahan pertunjukan laut yang menarik.

“Kami ingin Pesta Lomban menjadi magnet bagi wisatawan. Jika dikemas secara matang, ini akan berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jepara,” tutur Bupati Mas Wiwit.

Puncak Acara: Larungan Kepala Kerbau di TPI Ujungbatu

Setelah penyembelihan, daging kerbau dibagikan kepada masyarakat nelayan. Sementara itu, bagian kepala kerbau dijadwalkan akan dilarung di perairan TPI Ujungbatu pada Sabtu (28/3/2026).

Makna filosofis dari pelarungan ini adalah permohonan keberkahan dan keselamatan bagi seluruh nelayan di “Bumi Kartini”. Dengan tetap lestarinya budaya ini, diharapkan masyarakat Jepara semakin makmur dan sejahtera di masa depan.budaya Jepara ke kancah internasional.

Sumber



(Joe)