Home » Daerah » Mata Jateng » Setiap Anak Punya Cara untuk Belajar Cuci Tangan

Setiap Anak Punya Cara untuk Belajar Cuci Tangan

JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Siswa membasahi tangan, menggunakan sabun, lalu membilasnya saat mengikuti praktik mencuci tangan di SLB Negeri Jepara, Jumat (16/10/2026). Bagi siswa tunanetra, proses belajar itu memerlukan pendampingan langsung dari guru yang membimbing gerakan tangan mereka.

Wakil Kepala SLB Negeri Jepara Bidang Kesiswaan, Pawestri Hasanah, mengatakan sekolah telah membiasakan siswa mencuci tangan setiap hari, terutama sebelum dan sesudah makan. Namun, pelaksanaannya membutuhkan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi siswa serta fasilitas yang memadai.

“Kalau yang tunanetra kita harus mengajar, ya harus memegang tangannya untuk langsung dipraktikkan secara langsung. Jadi anak dengan satu guru, dengan satu anak dipraktikkan secara langsung kebiasaan,” kata dia.

Menurut Pawestri, sekolah menyediakan tempat cuci tangan di depan kelas. Kendalanya, ukuran fasilitas tersebut terbatas dibandingkan jumlah siswa sehingga air harus rutin diisi kembali.

“Tempatnya kecil, sedangkan anak banyak di setiap kelas. Mungkin jadi harus rajin mengisi airnya,” ujarnya.

Pembiasaan mencuci tangan, imbuhnya, semakin penting dalam kegiatan makan di sekolah. Termasuk selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita sudah selalu diterapkan. Kalau untuk cuci tangan kita setiap hari ajak secara langsung anak belajar. Apalagi sekarang sudah ada MBG, jadi tetap sebelum makan dan sesudah makan mereka wajib untuk cuci tangan,” tuturnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, mengingatkan bahwa kebiasaan mencuci tangan perlu diajarkan dengan sabar dan disesuaikan dengan kemampuan setiap anak. Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan air bersih, sabun, dan tempat cuci tangan yang mudah dijangkau.

“Mari kita dampingi anak-anak dengan sabar, berikan contoh secara langsung, dan bantu mereka membiasakan perilaku hidup bersih sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia tingkat Kabupaten Jepara yang digelar TP PKK di SLB Negeri Jepara, Desa Senenan, Kecamatan Tahunan. Kegiatan berlangsung Jumat pagi, sehari setelah peringatan HCTPS yang jatuh setiap 15 Oktober.

Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Jepara, Emy Edy Marwoto, mengatakan kampanye HCTPS bertujuan membangun kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Kebiasaan tersebut menjadi langkah sederhana untuk membantu mencegah penyakit menular.

“Tidak dapat dipungkiri, mencuci tangan menggunakan sabun merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk memutus mata rantai penyebaran berbagai penyakit menular seperti diare, infeksi saluran pernapasan, bahkan Covid-19 yang sempat melanda dunia,” kata dia.

Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, dia sebut, dapat menurunkan kejadian diare hingga 40 persen. Praktik yang sama juga dikaitkan dengan penurunan infeksi saluran pernapasan akut hingga 20 persen, berdasarkan data WHO dan UNICEF.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 09.00 itu, siswa mengikuti senam cuci tangan dan praktik mencuci tangan. Acara juga diisi dengan pembagian balon serta pameran hasil karya siswa.

Hamam, siswa kelas IX SLB Negeri Jepara, mengatakan ia telah memahami langkah-langkah mencuci tangan dan berencana melakukannya secara rutin, terutama sebelum dan sesudah makan. “Buat menghilangkan kuman,” kata Hamam saat ditanya tentang manfaat mencuci tangan.


(Joe)