JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menggandeng para investor. Dalam forum dialog yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara pada Rabu (12/03/2025), Bupati Jepara bersama pemangku kepentingan berdiskusi dengan perwakilan Perusahaan Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) guna mempererat hubungan dan meningkatkan nilai investasi di daerah.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Jepara, Kapolres Jepara, Dandim Jepara, serta perwakilan pengusaha. Dalam sambutannya, Bupati Jepara menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan investor untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Hubungan yang harmonis antara pemerintah dan investor sangat krusial untuk menciptakan stabilitas ekonomi serta menarik lebih banyak investasi. Dengan komunikasi yang baik, setiap tantangan dapat diatasi sebelum menjadi masalah besar,” ujar Bupati.
Jepara Jadi Kabupaten dengan UMK Tertinggi ke-7 di Jawa Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Jepara kini memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK) tertinggi ke-7 di Jawa Tengah. Hal ini mencerminkan kemajuan ekonomi yang pesat dan dukungan penuh dari sektor PMA serta PMDN dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah juga mengajak para investor untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kualitas pendidikan anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu.
Proyek Pembangunan Pelabuhan Jepara Jadi Sorotan
Salah satu agenda utama dalam dialog ini adalah rencana pembangunan pelabuhan di wilayah Balong Kembang yang telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jepara. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi ekspansi bisnis dan menekan biaya logistik bagi para pelaku usaha.
Bupati Jepara mengajak investor untuk berpartisipasi dalam proyek ini, baik melalui pendanaan langsung maupun skema konsorsium. “Kami siap berdiskusi lebih lanjut dengan para pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi dalam pembangunan pelabuhan ini,” tegasnya.
Dukungan Keamanan dan Stabilitas untuk Dunia Usaha
Kapolres Jepara dalam dialog ini menyoroti pentingnya kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya terkait aksi unjuk rasa buruh yang direncanakan pada 11-21 Maret 2025. Ia mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dalam meredam potensi konflik antara pengusaha dan pekerja.
Sementara itu, Dandim Jepara menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk memastikan lingkungan investasi yang aman dan kondusif. “Kami siap membantu menjaga keamanan agar investor merasa nyaman dalam berbisnis di Jepara,” katanya.
Ketua DPRD Jepara: Tingkatkan Strategi Investasi dan PAD
Ketua DPRD Jepara, yang turut hadir dalam acara ini, memberikan rekomendasi agar pemerintah daerah semakin proaktif dalam meningkatkan nilai investasi. Ia menyoroti perlunya strategi khusus untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PMA dan PMDN.
“Kita perlu memastikan regulasi investasi semakin menarik, serta memberikan edukasi yang jelas kepada investor agar mereka lebih yakin menanamkan modalnya di Jepara. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Membangun Masa Depan Ekonomi Jepara
Dialog ini menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi dua arah yang lebih erat antara pemerintah daerah dan investor. Dengan sinergi yang kuat, kebijakan pro-investasi, serta stabilitas keamanan yang terjaga, Kabupaten Jepara semakin siap menjadi magnet investasi di Jawa Tengah.
Diharapkan, forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga membawa dampak nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jepara.
(Joe)

