Home » Daerah » Mata Jateng » Jelang Pilpet 2026, Pemkab Jepara Perketat Pengamanan di Dua Desa Rawan Konflik

Jelang Pilpet 2026, Pemkab Jepara Perketat Pengamanan di Dua Desa Rawan Konflik

JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan menjelang Pemilihan Petinggi (Pilpet) Serentak 2026. Dua desa, yakni Sengonbugel dan Kaliaman, menjadi perhatian khusus karena dinilai memerlukan langkah antisipasi lebih untuk mencegah potensi konflik.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri apel pasukan pengamanan Pilpet di halaman Mapolres Jepara, Senin (19/10/2026).

Ia meminta seluruh unsur pengamanan meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan strategi dengan kondisi serta tingkat kerawanan di masing-masing desa.

Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar seluruh tahapan pemilihan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Dua Desa Jadi Perhatian Khusus

Pemkab Jepara menempatkan Desa Sengonbugel dan Kaliaman sebagai wilayah yang membutuhkan perhatian lebih dalam persiapan pengamanan Pilpet tahun ini.

Witiarso menegaskan, setiap desa memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan berbeda. Karena itu, pola pengamanan perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Selain mencegah gangguan keamanan, pengamanan juga diarahkan untuk mengantisipasi potensi perselisihan antarkelompok pendukung, menjaga netralitas petugas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Deteksi dini dan pemantauan situasi menjadi bagian penting dalam mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pilpet Serentak Diikuti 61 Calon di 24 Desa

Pilpet Serentak 2026 di Kabupaten Jepara dijadwalkan berlangsung di 24 desa dengan total 61 calon petinggi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 calon merupakan petinggi petahana. Dua calon berasal dari unsur perangkat desa, dua lainnya dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sedangkan 45 calon berasal dari unsur masyarakat.

Tahapan kampanye dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026. Sementara itu, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 3 November 2026.

Dengan semakin dekatnya jadwal pemilihan, koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah desa, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, dan para kandidat dinilai penting untuk menjaga situasi tetap terkendali.

Deteksi Dini dan Netralitas Jadi Prioritas

Bupati Jepara meminta personel pengamanan aktif memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh politik desa, panitia pemilihan, serta pemerintah setempat juga perlu diperkuat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi gesekan sejak awal dan memungkinkan penyelesaian persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

Pemkab Jepara berharap seluruh pihak dapat menjalankan perannya secara profesional, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta menjaga persatuan masyarakat selama proses demokrasi di tingkat desa berlangsung.

Pengamanan yang terkoordinasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Pilpet Serentak 2026 yang aman dan damai tanpa mengganggu kerukunan warga.


(Joe)