Home » Daerah » Mata Jateng » Jepara Kebut Perbaikan Akses Desa Tempur: Jalur Utama Tuntas Diaspal, Rute Alternatif Mulai Disiapkan

Jepara Kebut Perbaikan Akses Desa Tempur: Jalur Utama Tuntas Diaspal, Rute Alternatif Mulai Disiapkan

JEPARA| MATAMERDEKA.COM – Akses utama menuju Desa Wisata Tempur, Jepara, kini hampir rampung sepenuhnya dan siap memanjakan pengendara. Proyek pengaspalan jalan hotmix sepanjang 16,99 kilometer yang menghubungkan rute Damarwulan hingga Duplak tersebut diperkirakan tuntas total pada pertengahan pekan ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, mengungkapkan bahwa pengerjaan yang bergulir sejak awal Agustus 2026 ini kini tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir.

  • Anggaran & Realisasi: Proyek ini didanai APBD Jepara senilai Rp4,9 miliar sebagai perwujudan program Jepara Mulus arahan Bupati Witiarso Utomo.
  • Peningkatan Kualitas Fisik: Selain pelapisan aspal hotmix dan pengecatan marka jalan, titik-titik tikungan tajam serta lereng curam juga diperlebar dan diperkuat dengan struktur beton.

Langkah percepatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat. Pasalnya, longsor besar pada awal tahun sempat melumpuhkan aktivitas dan mengisolasi ribuan warga Tempur, diperparah curah hujan tinggi yang membuat aspal lama rusak parah dan berlubang.

Tak berhenti di jalur utama, Pemkab Jepara bersama pemerintah pusat telah merancang penguatan infrastruktur lanjutan:

  • Ruas Kaliombo – Tempur: Pembetonan jalan sepanjang 4,344 kilometer direncanakan menggunakan kucuran dana Inpres Jalan Daerah (IJD).
  • Jalur Alternatif Sumanding – Tempur: Pemkab mengalokasikan Rp1,5 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk pembentukan badan jalan serta pemangkasan tanjakan ekstrem dari area rest area pertama hingga Nganguk. Rute alternatif ini ditargetkan berlanjut pada 2027 menggunakan APBD murni.

Warga lokal, Ahmadi, menyambut gembira rampungnya perbaikan ini. Menurutnya, jalan yang mulus sangat krusial untuk mobilitas harian, perputaran ekonomi warga, layanan kesehatan, hingga daya tarik wisatawan ke desa mereka. Keberadaan jalur alternatif via Sumanding pun dinilai vital sebagai jalur evakuasi jika sewaktu-waktu bencana longsor kembali mengancam jalur utama.