JEPARA | MATAMERDEKA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah harus disertai dengan niat yang dilakukan di dalam hati saat menyerahkan zakat kepada penerima yang berhak.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Ibadah ini bertujuan membersihkan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan puasa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merayakan Idul Fitri dengan lebih layak.
Berikut bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri.
Bacaan Niat Zakat Fitrah
Tulisan Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Tulisan Latin:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta‘aalaa.
Artinya:
“Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Waktu Membayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah dapat ditunaikan sejak awal bulan Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri. Namun, waktu yang paling utama untuk menunaikannya adalah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri agar dapat segera disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Besaran Zakat Fitrah
Secara umum, zakat fitrah yang harus dikeluarkan setiap Muslim adalah sebesar 2,5 kilogram atau sekitar 3,5 liter makanan pokok, seperti beras. Di sejumlah daerah, zakat fitrah juga diperbolehkan dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya disesuaikan dengan harga makanan pokok setempat.
Zakat fitrah biasanya disalurkan melalui lembaga amil zakat atau panitia zakat di masjid setempat, sehingga pendistribusiannya dapat dilakukan secara merata kepada para mustahiq atau penerima zakat.
Dengan menunaikan zakat fitrah, umat Islam tidak hanya menyempurnakan ibadah puasanya, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial terhadap sesama menjelang hari kemenangan Idul Fitri.
(Joe)

